PPI menemukan pola DPT fiktif ini berada di daerah pinggiran Jakarta seperi Kali Deres, Tanjung Priok, Jagakarsa dan Cengkareng. Menurut PPI, praktik ini akan membuat kadidat tertentu menang satu putaran dengan membeli suara atau memobilisasi warga pinggiran.
Setumpuk bukti dugaan DPT fiktif ditunjukan Pusat Pergerakan Pemuda Indonesia (PPI) kepada Panwaslu DKI Jakarta, Selasa (22/5/2012). PPI menilai ada rekayasa sistematis untuk memenangkan pasangan calon tertentu dengan daftar pemilih tetap (DPT) fiktif tersebut.
Menurut temuan PPI, berbagai modus DPT fiktif (khayalan) ditemukan seperti NIK kosong, NIK bodong (palsu), dan pemilih yang telah meninggal dunia atau pindah domisili.




0 komentar:
Posting Komentar